Pengisian di dalam blog ini adalah hasil kiriman dari rakan-rakan siber yang mengirim artikel melalui facebook dan email.... mana-mana email yg elok dan macam bagus jer untuk dikongsi ... saya pastekan di sini.... Sebahagiannya pula saya salin dari majalah Ilmiah seperti Solusi dan Anis...terutamanya untuk panduan diri ini dan moga pembaca mendapat manafaat sama....InsyaAllah...

Saturday, October 16, 2010

HUKUM KETAWA DAN SENYUM

"Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ishaq bin

Manshur berkata: Ketika Khidir akan berpisah dengan Nabi Musa a.s. maka

berkata Nabi Musa a.s.: “Berilah nasihat kepadaku.”



Khidir berkata: “Ya Musa, jangan banyak bicara dan jangan berjalan

tanpa kepentingan dan janganlah tertawa tanpa sesuatu yang mentertawakan

dan jangan menempelak orang yang salah dengan dosa kesalahannya dan

menangislah atas dosa-dosamu sendiri, hai putera Imran.”



Jaafar bin Auf dari Mas’ud dari Auf bin Abdullah berkata:

“Biasa Nabi Muhammad SAW tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak

menoleh kecuali dengan wajahnya. (Yakni tidak suka melerek).”



Hadis ini menunjukkan bahawa senyum itu sunat dan tertawa

bergelak-gelak itu makruh. Maka seharusnya orang yang sihat akal jangan

gelak-gelak tertawa sebab banyak yang bergelak di dunia bererti

akan banyak menangis di akhirat. Allah SWT berfirman yang bermaksud:



“Hendaklah kamu sedikit ketawa dan banyak menangis setelah menerima

pembalasan dari amal perbuatan mereka.”



Al-Hasan Basri berkata:

“Sungguh ajaib seseorang dapat tertawa pada hal di belakangnya ada Api

Neraka dan orang yang bersuka-suka sedang di belakangnya maut.”



Al-Hasan Basri bertemu dengan pemuda yang sedang tertawa , lalu

ditanya:

“Hai anak muda, apakah engkau sudah menyeberang Shirath?”

Jawabnya: “Belum.”



“Lalu kerana apa engkau tertawa sedemikian itu?”

Maka sejak itu pemuda itu tidak tertawa lagi. Nasihat Hasan meresap

benar dalam hatinya sehingga ia bertaubat daripada tertawa.”

No comments:

Post a Comment